



Berikut ROADMAP DEDOLARISASI INDONESIA 10 TAHUN (2026โ2035) yang realistis, aman, bertahap, dan sesuai kepentingan nasional, disusun seperti dokumen kebijakan negara (bukan wacana politik).
๐ฎ๐ฉ ROADMAP DEDOLARISASI INDONESIA 2026โ2035
PRINSIP DASAR
- Stabilitas lebih penting dari kecepatan
- Diversifikasi, bukan konfrontasi
- Berbasis kekuatan ekonomi riil
- Sinkron BI โ Kemenkeu โ Kemlu โ BUMN
FASE I (2026โ2028)
Fondasi Aman & Teknis
๐ฏ Target Utama
- Ketergantungan dolar turun tanpa gejolak pasar
- Infrastruktur keuangan siap
Kebijakan Kunci
1. Ekspansi Local Currency Transaction (LCT)
- 70% perdagangan ASEAN pakai mata uang lokal
- Ekspansi ke:
- China
- India
- Korea
- Uni Emirat Arab
2. Perluasan Currency Swap
- BI โ PBOC (China)
- BI โ RBI (India)
- BI โ SARB (Afrika Selatan)
- BI โ BCB (Brasil)
3. Diversifikasi Cadangan Devisa
- USD diturunkan bertahap
- Tambah:
- Emas
- Yuan
- SDR IMF
4. Narasi Diplomasi
- โStabilitas Sistem Keuangan Globalโ
- Hindari retorika anti-AS
๐ Risiko
- Sangat rendah
FASE II (2029โ2031)
Implementasi Sektoral & Regional
๐ฏ Target Utama
- Dolar bukan lagi default
- Rupiah lebih berperan regional
Kebijakan Kunci
1. Komoditas Strategis Non-USD
- Batu bara ke India
- Nikel ke China
- CPO ke Afrika & Timur Tengah
- Gas LNG kontrak jangka panjang
2. Sistem Pembayaran Alternatif
- QRIS Cross-border BRICS
- Integrasi ASEAN Payment Connectivity
- Uji coba BRICS Pay
3. Penguatan Pasar Keuangan Domestik
- Pasar obligasi rupiah diperdalam
- Investor institusi regional ditarik
4. Peningkatan Hedging Valas
- Lindungi eksportir & importir
- Minimalkan volatilitas rupiah
๐ Risiko
- Rendah โ sedang (terkendali)
FASE III (2032โ2033)
Konsolidasi & Inovasi
๐ฏ Target Utama
- Rupiah makin dipercaya
- Dolar jadi salah satu opsi, bukan dominan
Kebijakan Kunci
1. Digital Rupiah (CBDC) Lintas Negara
- Uji coba perdagangan B2B BRICS
- Fokus:
- Efisiensi
- Transparansi
- Kecepatan
2. Cadangan Devisa Multi-Aset
- Emas sebagai jangkar stabilitas
- Kurangi exposure terhadap gejolak The Fed
3. Pembentukan Clearing House Regional
- Jakarta sebagai hub keuangan Asia Tenggara
๐ Risiko
- Sedang (butuh manajemen ketat)
FASE IV (2034โ2035)
Kemandirian Terukur
๐ฏ Target Utama
- Indonesia relatif kebal guncangan dolar
- Perdagangan global fleksibel
Kebijakan Kunci
1. 50โ60% Perdagangan Non-USD
- Terutama:
- BRICS
- ASEAN
- Global South
2. Kontrak Energi & Komoditas Rupiah-Based
- Skema jangka panjang
- Lindungi stabilitas nasional
3. Kepemimpinan Regional
- Indonesia sebagai arsitek keuangan Global South
- Model dedolarisasi aman
๐ Risiko
- Rendah jika fondasi kuat
INDIKATOR KEBERHASILAN (KPI)
| Indikator | 2025 | 2035 |
|---|---|---|
| Pangsa USD cadangan devisa | >80% | <50% |
| Perdagangan non-USD | <20% | 50โ60% |
| Swap agreement aktif | Terbatas | BRICS + ASEAN |
| Volatilitas Rupiah | Tinggi | Terkendali |
POTENSI MANFAAT NASIONAL
โ Rupiah lebih stabil
โ Inflasi impor menurun
โ Tekanan eksternal berkurang
โ Posisi tawar Indonesia naik
โ Kedaulatan ekonomi meningkat
CATATAN STRATEGIS (PENTING)
โ ๏ธ Dedolarisasi GAGAL jika:
- Defisit neraca berjalan besar
- Ketergantungan impor energi & pangan tinggi
- Retorika politik agresif
โ Dedolarisasi BERHASIL jika:
- Industrialisasi jalan
- Hilirisasi konsisten
- Stabilitas fiskal terjaga
