Menemui halaman 404 Not Found memang menyebalkan, baik bagi pengunjung maupun pemilik website. Singkatnya, error ini terjadi karena server tidak bisa menemukan halaman yang diminta.
Berikut adalah panduan praktis untuk mengatasinya, tergantung posisi Anda sebagai pengunjung atau pemilik website.
- Jika Anda adalah Pengunjung (User)
Masalahnya biasanya ada pada pengetikan URL atau cache browser Anda.
- Refresh Halaman: Tekan F5 atau tombol reload. Terkadang ini hanya gangguan sementara.
- Cek Penulisan URL: Pastikan tidak ada typo pada alamat website, termasuk penggunaan tanda miring (/) atau ekstensi file (seperti .html atau .php).
- Hapus Cache & Cookie Browser: Data lama yang tersimpan di browser terkadang memicu error 404 meskipun website sudah diperbaiki.
- Gunakan Fitur Pencarian: Jika ada kolom pencarian di website tersebut, ketikkan kata kunci artikel yang Anda cari. Kemungkinan link-nya telah berubah.
- Jika Anda adalah Pemilik Website (Admin)
Jika pengunjung melaporkan error ini, Anda perlu melakukan perbaikan dari sisi teknis.
- Cek Permalink (Khusus WordPress)
Ini adalah penyebab paling umum. Struktur link website Anda mungkin mengalami malfungsi.
- Buka dashboard WordPress.
- Pilih Settings (Pengaturan) > Permalinks.
- Klik Save Changes (tanpa mengubah apapun). Tindakan ini akan “memaksa” WordPress memperbarui file konfigurasi sistem.
- Periksa File .htaccess
Jika cara di atas gagal, file konfigurasi server Anda mungkin korup.
- Akses file website melalui File Manager di Hosting atau FTP.
- Cari file bernama .htaccess.
- Pastikan kodenya standar. Untuk WordPress, kodenya biasanya seperti ini:
Apache
# BEGIN WordPress
RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteRule ^index\.php$ – [L]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]
# END WordPress
- Lakukan Redirect 301
Jika Anda menghapus halaman lama atau mengubah URL-nya, pengunjung yang mengklik link lama akan terkena 404. Solusinya adalah mengarahkan mereka ke halaman baru.
- Gunakan plugin seperti Redirection (di WordPress) atau tambahkan perintah redirect di file .htaccess.
- Contoh: Redirect 301 /halaman-lama /halaman-baru.
- Restore File yang Terhapus
Cek kembali apakah file atau folder tersebut tidak sengaja terhapus dari direktori publik (public_html). Jika terhapus, segera upload kembali file tersebut.
- Cara Memantau Error 404
Agar tidak kehilangan traffic di masa depan, gunakan tools berikut untuk mendeteksi link yang rusak (broken links):
- Google Search Console: Lihat di bagian “Coverage” untuk mengetahui halaman mana saja yang dianggap 404 oleh Google.
Screaming Frog: Software untuk melakukan audit link secara menyeluruh.