Lompat ke konten
Beranda » Prosedur Kerja Desain Website Dengan Figma

Prosedur Kerja Desain Website Dengan Figma

  • oleh

Tentu, ini adalah alur kerja yang umum dan efisien! Secara singkat, prosesnya melibatkan desain visual dan prototyping di Figma, diikuti oleh pengembangan fungsional di WordPress.

Berikut adalah rincian cara kerja dan prosedur untuk desain website menggunakan Figma, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan oleh web developer menggunakan WordPress.

🎨 Prosedur Kerja Desain Website dengan Figma

Figma adalah alat desain antarmuka berbasis cloud yang memungkinkan kolaborasi dan prototyping yang cepat.

Shutterstock

Tahap 1: Persiapan & Riset

  1. Pemahaman Kebutuhan: Kumpulkan semua kebutuhan proyek dari klien/pemilik produk (brief, tujuan, audiens target).
  2. Riset Pengguna & Kompetitor: Analisis audiens (User Personas) dan pelajari desain kompetitor untuk mengidentifikasi praktik terbaik (best practices) dan peluang.
  3. Struktur Konten (Sitemap): Buat peta situs (struktur halaman) untuk menentukan hierarki dan navigasi website.

Tahap 2: Wireframing & Prototyping

  1. Wireframing (Kerangka Dasar): Buat kerangka kasar (sketsa low-fidelity) dari tata letak halaman untuk fokus pada struktur dan fungsi, bukan estetika.
  2. Desain Visual (High-Fidelity):
    • Terapkan Sistem Desain (Design System): Tentukan palette warna, tipografi, ikon, dan komponen (buttons, cards, forms) yang konsisten.
    • Rancang tampilan visual akhir untuk setiap halaman (Home, About, Services, dll.).
  3. Prototyping: Hubungkan elemen interaktif (tombol, tautan) di Figma untuk mensimulasikan alur pengguna (UX) pada website yang sudah jadi. Ini memungkinkan pengujian dan umpan balik sebelum tahap pengembangan.
  4. Desain Responsif: Rancang tampilan website untuk berbagai ukuran layar (desktop, tablet, seluler) untuk memastikan pengalaman yang responsif.

Tahap 3: Handoff (Serah Terima)

  1. Inspeksi & Umpan Balik: Lakukan tinjauan akhir dengan tim/klien, perbaiki desain berdasarkan umpan balik.
  2. Persiapan Serah Terima (Handoff):
    • Atur dan beri nama lapisan (layers) dengan rapi dan jelas.
    • Tandai spesifikasi desain: ukuran font, padding, margin, kode warna HEX.
    • Figma memiliki fitur Inspect yang memungkinkan developer melihat spesifikasi CSS/kode secara langsung, yang sangat memudahkan proses serah terima.

💻 Prosedur Kerja Pengembangan Website dengan WordPress

Setelah desain final disetujui dan diserahterimakan, web developer akan mengambil alih, menggunakan desain Figma sebagai panduan visual untuk membangun website fungsional di WordPress.

Shutterstock

Tahap 4: Implementasi & Pembangunan (Web Development)

  1. Pengaturan Lingkungan WordPress:
    • Beli nama domain dan hosting.
    • Instal WordPress di server hosting.
  2. Pemilihan Tema & Builder:
    • Pilih tema WordPress yang sesuai dan cepat (misalnya, Astra, GeneratePress).
    • Pilih Page Builder (misalnya, Elementor, Divi, atau Gutenberg) yang memungkinkan developer membangun tampilan berdasarkan desain Figma tanpa perlu menulis terlalu banyak kode dari awal.
  3. Pembangunan Berdasarkan Figma:
    • Developer menerjemahkan desain visual dari Figma ke dalam WordPress menggunakan Page Builder dan/atau CSS kustom.
    • Implementasi Komponen: Bangun header, footer, dan semua komponen unik sesuai dengan spesifikasi desain (jarak, warna, tipografi).
  4. Instalasi & Konfigurasi Plugin:
    • Instal plugin yang diperlukan untuk fungsionalitas tambahan (misalnya, Yoast SEO untuk optimasi, WooCommerce untuk toko online, Contact Form 7 untuk formulir).
    • Konfigurasikan semua pengaturan dasar WordPress (permalinks, site title, timezone).

Tahap 5: Pengisian Konten & Pengujian

  1. Input Konten: Masukkan semua teks, gambar, video, dan aset lain yang telah disetujui (sebaiknya dalam format yang dioptimalkan untuk web).
  2. Pengujian (Testing):
    • Fungsionalitas: Uji semua fitur (formulir, tombol, navigasi, checkout jika ada) untuk memastikan semuanya berfungsi dengan benar.
    • Responsif: Uji tampilan di berbagai perangkat (desktop, seluler) untuk memastikan konsistensi dengan desain Figma.
    • Performa: Uji kecepatan loading website.

Tahap 6: Peluncuran (Deployment)

  1. Optimasi Akhir: Lakukan optimasi SEO dasar, kompresi gambar, dan caching.
  2. Go Live: Pindahkan website dari staging environment (lingkungan pengujian) ke domain utama (live production).
  3. Pemeliharaan: Pantau performa website dan lakukan update rutin pada WordPress, tema, dan plugin untuk keamanan dan stabilitas.

Baca mengenal Figma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *