Lompat ke konten
Beranda » Membuat Mega Menu Dan Slider Di Figma

Membuat Mega Menu Dan Slider Di Figma

  • oleh

Tentu, saya akan jelaskan cara menyiapkan Mega Menu dan Slider di Figma, serta apa fungsi krusial dari Layer dalam satu halaman desain.


🧭 Membuat Mega Menu dan Slider di Figma

Mega Menu dan Slider adalah elemen kompleks yang sangat bergantung pada fitur Components, Auto Layout, dan Interactions di Figma agar dapat dikonversi dengan baik ke WordPress.

1. Membuat Mega Menu

Mega Menu adalah menu dropdown besar yang menampilkan banyak tautan dan terkadang gambar/konten lainnya.

Prosedur:

  1. Buat Header Dasar: Rancang Header utama (logo, navigasi utama) dalam sebuah Frame dan terapkan Auto Layout (Shift + A).

  2. Rancang Panel Menu: Di luar Header, buat Frame baru untuk panel Mega Menu itu sendiri.

    • Strukturkan konten di dalamnya menggunakan Columns dan Rows (misalnya, 3 kolom kategori, gambar promosi).

    • Terapkan Auto Layout pada setiap elemen dan grup di dalam panel ini untuk mengatur jaraknya.

  3. Ubah Menjadi Komponen: Pilih panel Mega Menu yang sudah Anda buat, lalu ubah menjadi Component (Ctrl/Cmd + Alt + K).

  4. Tambahkan Interaksi:

    • Letakkan Instance dari Component Mega Menu di bawah navigasi utama (misalnya, di bawah tautan “Produk”).

    • Secara default, sembunyikan Mega Menu dari tampilan dengan mengubah pengaturan di panel kanan menjadi Visible: Off atau menggunakan Component Property untuk mengontrol visibilitas.

  5. Prototyping: Pindah ke tab Prototype.

    • Pilih tombol atau tautan di Header yang akan memicu Mega Menu.

    • Tarik panah interaksi ke Component Mega Menu.

    • Atur interaksi: Trigger ke On Click atau On Hover, Action ke Open Overlay, dan posisikan menu di bawah Header Anda.

🖼️ 2. Membuat Slider (Carousel)

Slider adalah serangkaian Frame yang berganti-ganti (slide). Untuk simulasinya di Figma, kita menggunakan fitur Component Variants dan Prototyping dengan Scrolling.

Prosedur:

  1. Buat Slide Tunggal: Rancang tampilan untuk satu slide (gambar, teks, tombol) dalam sebuah Frame dan gunakan Auto Layout.

  2. Buat Komponen & Varian:

    • Ubah Frame slide tunggal menjadi Component.

    • Tambahkan Variant (panel kanan) untuk setiap slide (misalnya, Slide-1, Slide-2, Slide-3).

    • Sesuaikan konten visual di setiap Varian.

  3. Grupkan Komponen: Letakkan semua Varian di dalam satu Frame yang berfungsi sebagai wadah Slider.

  4. Terapkan Horizontal Scrolling:

    • Pilih Frame wadah Slider.

    • Di panel kanan, di bagian Prototype, atur Overflow Scrolling menjadi Horizontal Scrolling.

  5. Prototyping Navigasi (Opsional): Untuk simulasi otomatis (seperti di WordPress), Anda bisa:

    • Buka tab Prototype.

    • Pada Variant Slide-1, tambahkan interaksi: Trigger After Delay (misalnya $4000$ms), Action Change To, dan targetkan ke Slide-2. Lakukan hal yang sama untuk semua slide.


🧱 Fungsi Crucial Layer dalam Desain Halaman

Layer adalah fondasi struktural desain Anda di Figma. Ia merujuk pada setiap elemen yang Anda tempatkan di kanvas (teks, gambar, bentuk, frame, komponen, dll.).

Fungsi Layer sangat krusial, terutama untuk proses Handoff (serah terima) dan konversi ke WordPress:

1. Organisasi dan Hirarki Visual

  • Pemetaan Struktur: Layer yang tertata rapi (nested atau bersarang di dalam Frame dan Group yang logis) mencerminkan struktur HTML/CSS yang diharapkan oleh developer. Misalnya, semua Layer yang ada di dalam Layer “Hero Section” akan menjadi satu <div> atau <section> di WordPress.

  • Aksesibilitas Desain: Developer dan desainer lain dapat dengan cepat menemukan, mengunci, atau menyembunyikan elemen tertentu.

2. Kunci untuk Auto Layout dan Konversi

  • Penerapan Auto Layout: Fitur kunci seperti Auto Layout hanya bekerja pada Layer yang dipilih. Jika Layer tidak dikelompokkan dengan benar, Auto Layout tidak akan berfungsi, membuat desain menjadi tidak responsif.

  • Spesifikasi CSS: Setiap Layer yang bersih (diberi nama, dan berada dalam Frame yang tepat) memungkinkan plugin konversi (seperti UiChemy) untuk membaca properti CSS-nya (ukuran, warna, jarak/padding, margin) secara akurat.

3. Penamaan yang Efektif (Naming Convention)

  • Mengidentifikasi Fungsi: Memberi nama Layer secara deskriptif (misalnya, H1-Title-Hero daripada Text 1) membantu alat konversi memetakan elemen ke Widget atau Block WordPress yang sesuai.

Intinya: Semakin bersih dan logis penataan Layer Anda di Figma, semakin sedikit waktu yang dibutuhkan developer untuk membersihkan dan menyesuaikan kode di WordPress. Layer adalah cetak biru (blueprint) kode situs Anda.

Baca juga Desain website dengan Figma

Baca juga konversi figma ke WordPress

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *