Tentu, mengubah halaman kosong di Figma menjadi desain siap konversi ke WordPress melibatkan perencanaan struktural dan penggunaan fitur Figma yang spesifik. Tujuannya adalah membuat desain yang terorganisir, konsisten, dan dapat dibaca oleh alat konversi (seperti yang dijelaskan sebelumnya).
Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk menyiapkan desain di Figma, dari nol hingga siap diimpor ke WordPress/Page Builder:
📐 Persiapan Struktur Dasar di Figma
1. Buat Frame (Halaman)
Mulai dengan membuat Frame baru. Pilih ukuran preset yang umum (misalnya, Desktop 1440×1024). Frame ini akan menjadi satu halaman website Anda (misalnya: ‘Homepage’, ‘About Us’).
Ganti Nama Frame: Beri nama Frame yang jelas dan relevan, seperti
01_Homepageatau02_About_Page.
2. Atur Grid (Tata Letak Kolom)
Pilih Frame Anda. Di panel kanan, klik tanda
+di samping Layout Grid.Ubah Grid menjadi Columns.
Count: $12$ (Standar industri untuk tata letak responsif).
Type: Center atau Stretch.
Margin dan Gutter: Sesuaikan dengan standar desain web Anda (misalnya, Margin $120$px dan Gutter $20$px).
Grid ini membantu Anda menempatkan konten secara terstruktur dan sejajar, yang sangat penting untuk konversi yang rapi di WordPress.
🎨 Buat Design System (Sistem Desain)
Membuat Sistem Desain sebelum mulai mendesain konten akan memastikan konsistensi dan membantu alat konversi mengidentifikasi gaya.
3. Tentukan Gaya Teks (Text Styles)
Buat dan simpan semua gaya teks (tipografi) yang akan digunakan:
Headline:
H1,H2,H3,H4(gunakan font yang sama dengan yang akan tersedia di WordPress/Page Builder).Body:
Body Text Large,Body Text Regular,Caption.
Simpan setiap gaya sebagai Text Style di Figma (di panel kanan, klik ikon $4$ titik di samping Text). Beri nama yang logis (misalnya:
Heading/H1-Bold).
4. Tentukan Gaya Warna (Color Styles)
Buat palet warna inti Anda (Primary, Secondary, Accent, Neutral).
Simpan setiap warna sebagai Color Style (klik ikon $4$ titik di samping Fill). Beri nama yang terstruktur (misalnya:
Brand/Primary,Neutral/Dark-Grey).
5. Buat Komponen (Components)
Buat elemen interaktif atau berulang sebagai Component (misalnya, tombol, cards, input fields, navbar).
Gunakan Variants untuk mengelola status atau variasi (misalnya:
Button/Primary-Default,Button/Primary-Hover).Menggunakan Components memungkinkan alat konversi memetakan elemen tersebut ke Widgets atau Blocks di WordPress.
🧱 Desain dengan Struktur dan Auto Layout
6. Gunakan Frame untuk Bagian (Sections)
Setiap bagian utama dari halaman (misalnya, Hero Section, Services Section, Footer) harus dibuat sebagai Frame atau Section tersendiri di dalam Frame utama.
Contoh: Buat Frame bernama
Hero Sectionyang berisi judul, deskripsi, dan tombol.
7. Terapkan Auto Layout
Ini adalah langkah PALING KRUSIAL untuk konversi WordPress. Auto Layout memberitahu tool konversi bagaimana elemen harus berperilaku responsif.
Pilih elemen (misalnya, judul dan deskripsi) dan tekan Shift + A untuk mengaktifkan Auto Layout.
Gunakan Auto Layout untuk mengatur padding (jarak internal) dan spacing (jarak antar elemen).
Untuk wadah (container): Gunakan pengaturan Fill Container (bukan Fixed) untuk memastikan bagian tersebut meregang sesuai lebar layar (responsif).
8. Penamaan Lapisan yang Bersih (Clean Layer Naming)
Jaga agar lapisan (layers) Anda tetap terorganisir dan diberi nama yang jelas.
Buruk:
Rectangle 1,Text Copy 2Baik:
Button/Submit,Text/H1-Hero,Container/Card-Service
9. Desain Responsif (Opsional, tapi Direkomendasikan)
Setelah Frame desktop selesai, Anda bisa menduplikatnya dan menyesuaikannya untuk tampilan seluler (misalnya, Frame Mobile 375×667).
Pilih Frame desktop.
Ubah ukuran Frame menjadi ukuran seluler.
Gunakan pengaturan Constraints dan Resizing (Fill Container) pada elemen agar mereka beradaptasi dengan benar.
🚀 Persiapan Akhir (Handoff Readiness)
10. Konfigurasi Plugin Konversi
Jika Anda menggunakan plugin konversi seperti UiChemy, instal plugin di Figma.
Jalankan plugin dan pastikan desain Anda dioptimalkan sesuai saran plugin (misalnya, memastikan semua elemen penting memiliki Auto Layout).
11. Finalisasi dan Serah Terima
Pastikan tidak ada gambar yang hilang atau font yang tidak standar.
Serahkan file kepada developer dengan instruksi yang jelas. Dengan persiapan ini, developer dapat menggunakan plugin konversi untuk mengimpor Frame Anda dan melihat desain tersebut muncul sebagai layout di Page Builder WordPress dengan akurasi yang tinggi.
Baca Prosedur kerja dengan Figma

Proses Setup Kolaborasi Astro Dengan shopify
Proses setup kolaborasi antara Astro JS dan Shopify (menggunakan Shopify

Menuju Era Headless Commerce: Kolaborasi Maut Astro JS dan E-Commerce Modern
Dunia e-commerce sedang mengalami pergeseran paradigma yang besar. Jika dulu

Kolaborasi Astro JS dan Sanity.io: Sinergi Sempurna untuk Website Modern yang Super Cepat
Dalam era pengembangan web modern, arsitektur Jamstack dan pemisahan antara

Prosedur Kerja Pembuatan Website Dengan Astro JS
## Mengenal Astro JS: Solusi Modern untuk Website Super Cepat

Website E-Commerce: Memilih Astro atau WordPress, Mana yang Lebih Cocok untuk Bisnis Online?
Membangun website e-commerce saat ini bukan hanya soal membuat katalog

Mengenal Komponen Card Di Astro
Memahami komponen di Astro JS sebenarnya sangat mudah jika kita
Pingback: Membuat Mega Menu Dan Slider Di Figma - Regarcomm Development