Lompat ke konten
Beranda » Solusi Cache Website Tidak Update

Solusi Cache Website Tidak Update

  • oleh

Masalah cache yang tidak kunjung diperbarui (stale cache) sering kali membuat perubahan yang sudah kita lakukan di dashboard tidak muncul di sisi pengunjung. Ini bisa terjadi di berbagai level, mulai dari browser hingga server.

Berikut adalah langkah-langkah sistematis untuk memastikannya terupdate:

  1. Bersihkan Cache di Sisi Client (Browser)

Sering kali server sudah mengirim data terbaru, tapi browser Anda masih menyimpan versi lama.

  • Hard Refresh: Tekan Ctrl + F5 (Windows/Linux) atau Cmd + Shift + R (Mac).
  • Mode Penyamaran (Incognito): Buka website di jendela Incognito. Jika di sini muncul perubahan terbaru, berarti masalahnya ada pada cache browser Anda.
  1. Bersihkan Cache Plugin WordPress

Jika Anda menggunakan plugin optimasi, Anda harus melakukan manual purge.

  • WP Rocket / W3 Total Cache / LiteSpeed Cache: Cari menu “Clear Cache” atau “Purge All” di bar bagian atas dashboard WordPress.
  • Object Cache: Jika Anda menggunakan Redis atau Memcached, pastikan untuk melakukan “Flush Object Cache” melalui pengaturan plugin yang relevan.
  1. Periksa Cloudflare atau CDN (Jika Digunakan)

Jika Anda menggunakan Cloudflare, perubahan di server asal tidak akan langsung terlihat karena Cloudflare menyimpan salinan di server mereka (Edge Servers).

  • Solusi: Masuk ke dashboard Cloudflare > tab Caching > klik Configuration > pilih Purge Everything.
  • Development Mode: Aktifkan “Development Mode” di Cloudflare saat Anda sedang melakukan banyak perubahan desain agar cache dilewati sementara.
  1. Masalah Izin pada File System

Jika plugin cache tidak bisa menghapus file cache lama di folder server, maka pengunjung akan terus melihat versi lama.

  • Cek Permission: Pastikan folder /wp-content/cache memiliki permission 755.
  • Hapus Manual: Jika tombol “Clear Cache” tidak bekerja, masuk ke File Manager di cPanel, buka /wp-content/cache/, lalu hapus semua folder di dalamnya secara manual.
  1. Konfigurasi Server (Nginx/Varnish)

Beberapa hosting menggunakan sistem caching di level server yang tidak dikontrol oleh plugin WordPress.

  • Nginx FastCGI Cache: Jika menggunakan server Nginx, Anda mungkin perlu melakukan perintah sudo rm -rf /var/run/nginx-cache/* (jika punya akses SSH) atau meminta bantuan support hosting untuk melakukan flush.
  • Varnish: Jika hosting Anda menggunakan Varnish, pastikan plugin penunjangnya terinstal untuk mengirim sinyal “Purge” setiap kali Anda mengupdate post.

Tips untuk Pengembangan

Agar tidak pusing dengan cache saat sedang melakukan coding atau desain:

  1. Gunakan Versioning pada CSS/JS: Saat memanggil file, tambahkan parameter versi di belakangnya, misalnya style.css?v=1.1. Browser akan menganggap ini file baru jika angka versinya berubah.

Matikan Plugin Cache Sementara: Selalu nonaktifkan plugin caching selama proses development berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *